NABIRE, ZonaPapua – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire memilih pendekatan dialogis untuk merespons dinamika di daerah. Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, secara terbuka mengundang Solidaritas Peduli Wilayah Papua (SPWP) dan kelompok pelajar untuk duduk bersama dalam forum diskusi pada Sabtu (26/9/2026).
Langkah ini diambil guna meredam kekhawatiran serta meluruskan mispersepsi publik pasca-aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah pertengahan September lalu. Isu utama yang menjadi sorotan massa adalah anggapan bahwa anggaran program gizi tersebut akan menggerus alokasi dana pendidikan.
Marsel menegaskan bahwa pos pembiayaan MBG berdiri sendiri dan tidak mengusik keuangan sekolah maupun anggaran pendidikan daerah.
”Program MBG dan anggaran pendidikan dialokasikan dari pos yang berbeda, jadi tidak akan memotong atau mengganggu keuangan sekolah. Kami ingin duduk bersama, kita diskusi demi masa depan mereka agar mekanisme ini dipahami secara menyeluruh,” tutur Marsel.


Melalui ruang komunikasi dua arah tersebut, BGN berencana membeberkan aspek teknis tata kelola program—mulai dari standar gizi, pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga mekanisme distribusi makanan di lapangan. Di saat yang sama, forum ini dibuka sebagai wadah bagi masyarakat sipil dan organisasi pemuda untuk menyampaikan masukan serta kritik konstruktif.
Inisiatif diplomatis tersebut disambut terbuka oleh pihak SPWP Nabire. Perwakilan koordinator lapangan SPWP menyatakan kesiapan mereka untuk hadir dan membawa langsung suara para pelajar dari lapangan.
”Kami siap membawa poin-poin aspirasi dan kekhawatiran kawan-kawan pelajar dalam dialog terbuka nanti, agar pemerintah mendengar langsung kondisi objektif yang dirasakan di daerah,” ujar perwakilan SPWP Nabire.
Penulis : Aim

MBG harus didukung